Rabu, Mei 25, 2011

Karena Semua Telah Berubah


bahwa Tuhan tau yg ku butuhkan...
namun tetap saja langit tak berkawan ,
menepikan pelangi yg membias mimpi -
menjatuhkan tetes tetes hujan dan meradang pada hati,
menambah pedih ombak yg menghempas sepi -



dan setiap warna yg terukir dalam horizon hatiku telah pudar,
menghilang bersama balutan luka yg mengering -
dg getirnya fondasi hati yg ingin berdiri kukuh,
menutupi celah asa yg kian rapuh -

walau begitu . . .

untuk malaikat bernama "sahabat"

Sahabat..

Tidakkah kau tahu,
Aku terlalu sunyi,
Perasaan ini begitu menyiksakan,
Bertemankan sepi dan Hening malam,
Berjauhan denganmu bukan kehendakku..

Tidakkah kau tahu,
Teriakku memanggil mu,
Kesepian ini membuat aku pilu,
Betapa aku merinduimu,
Ingin mendengar suaramu walau sekejap,
Cuma cukup mengobati laraku..

Saat terbenam matahari,
Hingga terbit fajar,
Perasaan ku tidak puas,
Mimpi indahku tak datang,
Resah dan gelisah membalut hiba,
Aku tak dapat tidur,
Seperti mereka yang kedamaian..

STOP Mengeluh ! START Bersyukur !

Mengeluh.
Ini memang sungguh sifat yg sangat manusiawi, yakin saja, saat ini setiap orang mengantongi sifat ini, namun dg pengaplikasian yg berbeda.
Mulai dari yg santun "sayangnya...", "kalau tidak begini, pasti begini", "seandainya tidak begini", etc, kata kata kasar "ah", "aduh", "b*d*h", "gi*a", etc, sampai kata kata globalisasi seperti "sh*t", "f*ck", "d*mn", etc pun ada.
Bagaimana pun bentuknya, tetap saja ia adalah keluhan.
Ku akui, sulit mengontrol keluhan keluhan itu, ia serta merta meluncur dari setiap bibir pada setiap kesempatan.
Lihat saja.
Sedikit merasa lelah, pasti disana ada "aduh capeknya".
Sedikit merasa kesulitan, pasti disana ada "susah amat sih".
Sedikit merasa kecewa, pasti disana banyak cercaan.
Sedikit merasa sakit, pasti disana ada "aduh", "kenapa sih aku sakit", bahkan "aku bosan hidup kalau begini terus" (astagfirullah)
Mengapa ?
Entahlah, aku pun tak mengerti, coba saja tuk pahami, tetap sama, aku tak mengerti.
Coba untuk sedikit memaknai, mengapa tak lihat dari sudut lain saja ? Dari posisi berbeda dimana keluhan berubah menjadi rasa syukur pada-Nya yang Esa.
Jika kita lelah, bukankah artinya kita telah berhasil melakukan sesuatu, mengerjakan sesuatu, apapun itu, maka bersyukurlah.
Jika menemui kesulitan, bukankah artinya Allah masih memberi jalan untuk menguatkan, menambah pengetahuan, mendewasakan, maka bersyukurlah.
Saat kita kecewa, Allah sedang menegur kita, bukankah artinya Allah sangat sayang pada kita, maka bersyukurlah.
Saat kita sakit, bukankah artinya Allah menggugurkan dosa dosa kita, maka bersyukurlah.
Kawan, tersenyumlah, kita gantikan gelapnya keluhan dg cerahnya rasa syukur, kita riuhkan kehidupan dg kegembiraan dan kasih sayang, bukan dg cercaan.

Allah loves Us ^^
semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah yg bersyukur.